Showing posts with label kontemplasi. Show all posts
Showing posts with label kontemplasi. Show all posts

September 20, 2008

jatuh

Aku pernah merasa sangat terbebani oleh sesuatu, hingga sering aku lari untuk menghindar. Tapi ke mana pun aku berlari, sesuatu itu masih selalu ada. Selalu menahan langkahku hingga aku tak bisa kencang berlari dan melangkah lebih jauh. Aku masih di titik nol.

Suatu saat, aku berhenti sejenak dan menoleh ke belakang. Dan aku putuskan untuk menghadapi sesuatu itu sebelum aku kembali berjalan. Karena aku sadar, berlari darinya tak kan memecahkan masalah.

Beberapa waktu lalu aku mencoba mengenali lagi sesuatu itu dan mulai menikmati kebersamaan dengannya. Aku menikmati setiap anak tangga yang aku tapaki untuk memahaminya, satu demi satu hingga tiba di satu tempat yang cukup tinggi. Di sana, saat kuberhenti untuk menghilangkan sedikit lelahku, aku didorong hingga jatuh karena salahku sendiri. Sakit... dan lelah... Aku kembali ke titik nol.

September 19, 2008

mencari cahaya

Malam hanya menyisakan dingin
untuk aku nikmati
Tak ada kehangatan yang ia tawarkan

Aku... dengan kesendirianku
mencoba berjalan melawan gelap
Tapi semakin jauh aku
tak jua kutemukan cahaya

Dalam keputus-asaan
kembali kupanggil nama-Mu
Kuteriakkan Kau dalam gelapku
"Adakah Kau di sini?"

Ternyata bukan Kau yang menghilang
hanya Aku yang tak pernah berpaling pada-Mu

Duhai...
izinkan aku...
untuk kembali menikmati cahaya-Mu

sendiriku

Mencoba memahami diri
kususuri tiap mili otak dan pikiran
semakin jauh, semakin tersesat
Kembali aku bertanya,
“Siapa aku?”

Mencoba memahami diri
kuselami samudera jiwa dan lautan hati
semakin dalam, semakin tenggelam
Kembali aku bertanya,
“Siapa aku?”

Dalam kesendirian aku berjalan
berlari
berjalan
berlari
hingga aku lelah sendiri
Aku diam dalam kelelahanku
dan menemukan Dia
Memperlihatkan keagungan-Nya
dan menyadarkan ketidakberdayaanku

bangkit

bangkit itu... susah
susah saat orang lain susah
senang saat orang lain senang

bangkit itu... takut
takut korupsi
takut makan yang bukan haknya

bangkit itu... mencuri
mencuri perhatian dunia dengan prestasi

bangkit itu... marah
marah bila martabat bangsa dilecehkan

bangkit itu... malu
malu jadi benalu
malu karena minta melulu

bangkit itu... tidak ada
tidak ada kata menyerah
tidak ada kata putus asa

bangkit itu... aku
untuk Indonesia-ku

*oleh Bang Deddy Mizwar dari iklan 100 tahun kebangkitan nasional